Jumat, 18 Oktober 2013

Agar lekas hamil


Kehamilan juga masalah pikiran, jika yang ditunggu tak kunjung tiba, jangan bosan berusaha. Agar tak bosan, kembangkan sikap positif, optimis dan ciptakan suasana berbeda! 

1. Belajar pasrah. 
Dalam kasus-kasus infertilitas, pasangan yang terlalu menggebu menginginkan kehamilan justru malah sering menemui kegagalan. Ketika diteliti, mereka ini  dilanda stres, tubuh istri menghasilkan hormon-hormon stres yang justru menghambat ovulasi. Komposisi hormon LH (luteinizing hormone) dan FSH (follicle stimulating hormon) menjadi tidak seimbang sehingga mengacaukan jadwal menstruasi. Akibatnya, sel telur pun luput terbuahi. Menghadapi kondisi seperti ini, sikap pasrah justru adalah sikap terbaik. Pasrah di sini bukan sikap putus asa lalu stop berusaha. “Dikasih syukur, tidak dikasih juga tidak apa-apa,” adalah kalimat negatif yang bermakna tidak mengijinkan diri untuk punya anak. Yang terbaik adalah tetap melakukan hubungan intim pada masa subur, menjalani hidup sehat dengan tidak merokok serta tidak minum minuman keras, mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat serta rajin olahraga.

2. Tenangkan diri. 
Meditasi atau zikir adalah bentuk latihan mengendalikan diri serta menghilangkan pikiran-pikiran negatif. Sikap tenang membantu Anda dan pasangan untuk bisa pasrah. Anda akan lebih bisa menerima keadaan meski kehamilan tidak kunjung terjadi.

3. Tidak menyalahkan. 
Daripada saling menyalahkan, cobalah mencari sisi positif dari masalah  ini. Cari solusi dengan berkonsultasi pada ahlinya, apa yang menyebabkan ketidaksuburan ini?

4. Bulan madu lagi. 
Sangat dianjurkan. Asalkan, benar-benar bulan madu. Hindari memikirkan pekerjaan atau masalah keluarga lainnya, bahkan jangan didorong keinginan kuat untuk hamil. Singkat kata, jalani saja sambil bernostalgia saat-saat indah menjadi pengantin baru.

5. Coba posisi baru. 
Bila selama ini Anda berdua merasa nyaman dengan posisi hubungan intim yang itu-itu melulu, cobalah posisi baru. Atau cari lokasi lain untuk bercinta, di kamar mandi misalnya.

6. Pelarian yang benar. 
Hindari pelarian yang salah: istri tak kunjung hamil, suami sibuk clubbing sambil minum minuman yang malah merendahkan mutu sperma. Sementara istri  melarikan diri dengan sibuk belanja, larut dalam pekerjaan yang melelahkan dan sibuk wisata kuliner dengan makan sembarangan. Cari pelarian yang positif seperti: lebih menyayangi pasangan, banyak melakukan outing berdua pergi ke tempat-tempat pacaran dulu, belajar merajut atau menyulam, buat topi atau kaus kaki bayi.

7. Adopsi. 
Tanpa anak bukan berarti cinta pasangan berkurang. Anak adalah pelengkap, tapi tidak semua orang bisa mendapatkannya. Bila Anda sudah berusaha tapi tetap tidak “diijinkan” hamil, tidak ada salahnya memberikan kasih sayang kepada anak adopsi.

Usaha Secara Medis

1. Kenali masa subur, dan berhubungan intim pada masa ini. 
Masa subur istri dengan siklus haid 28 hari, rata-rata terjadi di hari ke 11 -17 dihitung dari haid hari pertama.

2. Pelajari posisi. 
Meski perlu variasi dalam berhubungan intim, posisi misionaris paling juara untuk mempermudah terjadinya kehamilan. Pria di atas memudahkan terjadinya kehamilan pada wanita yang posisi rahimnya menghadap ke depan, karena setelah terjadi ejakulasi, sperma lebih mudah merendam mulut rahim. Posisi ini memungkinkan terjadinya kehamilan sekitar 65% pada wanita dengan rahim menghadap ke depan dan 35% wanita dengan rahim menghadap ke belakang (retro). Untuk wanita yang memiliki rahim menghadap ke belakang, dianjurkan segera bersujud (nungging) selah berhubungan intim.

3. Orgasme. 
Penting karena pada beberapa penelitan menunjukkan, saat orgasme, terutama pada masa subur, sel telur cepat matang dan cepat keluar.

4. Dua hari sekali sperma diproduksi. 
Berhubungan intim amat baik dilakukan setiap 2 hari sekali karena di hari kedua itu kualitas sperma sedang bagus-bagusnya. Jadi kalau dihitung sesuai masa subur, saat berhubungan intim baik dilakukan di hari ke-11, hari ke-13, hari ke 15, hari ke-17.

Sumber: Ayahbunda.co.id

Rabu, 09 Oktober 2013

Nutrisi tepat untuk kesuburan


Merencanakan kehamilan? Ada baiknya mengonsumsi nutrisi yang tepat untuk meningkatkan kesuburan Anda dan pasangan.

Tanpa mengabaikan peran zat gizi lain, beberapa vitamin dan mineral sebaiknya menjadi perhatian Anda yang tengah merencanakan kehadiran sang buah hati. Sebenarnya kalau kita makan dengan pola gizi seimbang, kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral bisa terpenuhi. Namun, vitamin dan mineral mudah hilang dalam proses pengolahan makanan.

Berikut beberapa zat gizi dan sumber bahan makanan yang sebaiknya diperhatikan untuk menunjang kesuburan :

^ Vitamin A 
Berperan cukup penting dalam produksi sperma yang sehat. Terdapat di hati, mentega, margarin, telur, susu, ikan berlemak seperti salem dan makarel, brokoli, wortel, bayam, tomat.

^ Vitamin D
Kekurangan vitamin D akan menurunkan tingkat kesuburan hingga 75%. Sumber vitamin D diproduksi di dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari, selain itu dapat diperoleh dari telur, mentega, minyak ikan, ikan tuna, ikan salmon.

^ Vitamin E 
Meningkatkan kemampuan sperma membuahi sel telur dan mencegah keguguran karena perannya dalam menjaga kesehatan dinding rahim dan plasenta. Banyak terdapat pada minyak tumbuh-tumbuhan, bekatul gandum, kecambah, tauge.

^ Vitamin B6 
Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbanan hormon. Padahal keseimbangan hormon estrogen dan progesteron penting untuk terjadinya kehamilan. Sumber vitamin B6 antara lain ayam, ikan, ginjal, beras merah, kacang kedelai, kacang tanah, pisang, sayur kol.

^ Vitamin C
Pada wanita vitamin C berperan penting untuk fungsi indung telur dan pembentukan sel telur. Selain itu sebagai antioksidan (bekerjasama dengan vitamin E dan beta karoten) vitamin C berperan melindungi sel-sel organ tubuh dari serangan radikal bebas (oksidan) yang mempengaruhi kesehatan sistem reproduksi. Vitamin C banyak terdapat pada jambu biji, jeruk, stroberi, pepaya,mangga, sawi, tomat, cabai merah.

^ Seng (Zn) 
Berperan penting dalam pertumbuhan organ seks dan juga pembentukan sperma yang sehat. Sumber seng antara lain makanan hasil laut (seafood), daging, kacang-kacangan, padi-padian, produk olahan susu.

^ Selenium (Se) 
Berperan penting dalam produksi sperma yang sehat. Gejala kekurangan selenium antara lain tekanan darah tinggi, disfungsi seksual dan ketidaksuburan. Sumber selenium antara lain beras, kuning telur, seafood, daging, bawang putih, tomat, ikan tuna, susu.

Menjaga kandungan zat gizi
Berikut beberapa kiat mempertahankan kandungan vitamin dan mineral dalam makanan/minuman yang akan kita konsumsi:

* Gunakan bahan makanan segar. Jangan biasakan menjemur atau menyimpan sayuran di tempat panas, sebelum mengolahnya.
* Olah sayuran dengan cepat, baik saat mengiris maupun mencuci.
* Jika terpaksa merendam, jangan terlalu lama.
* Masak sayuran dengan cepat dan gunakan sedikit air.
* Jangan menunda menyantap masakan terlalu lama setelah dimasak.
* Simpan sayuran dan buah segar di bagian yang terlindung dari cahaya dan cukup dingin di lemari es.
* Simpan susu di tempat yang sejuk dan terlindung dari cahaya (jika susu di simpan di dalam gelas, vitamin D-nya bisa rusak).

Sumber: Ayahbunda.co.id

Senin, 07 Oktober 2013

Endometriosis, penghalang kehamilan


Endometriosis memang belum sepopuler kanker leher rahim (serviks) atau kanker payudara, tapi dampaknya jangan pandang remeh. Karena endometriosis bisa menjadi biang yang menghalangi kehamilan yang Anda impikan.

Setiap bulan seorang wanita akan mengalami mentruasi rutin di mana lapisan endometrium meluruh akibat penurunan kadar estrogen dan progesteron yang terjadi secara siklik setiap 28-30 hari sekali. Namun pada wanita-wanita tertentu mengalami peluruhan yang tidak normal karena adanya sel atau jaringan endometrium berupa sel stroma atau sel kelenjar endometrium yang tumpah di luar rongga rahim yang normal. Keadaan inilah yang dikenal dengan endometriosis.

Angka kejadian Endometriosis juga cukup lumayan yakni 5-15 % pada wanita usia reproduksi. Dan jika hal tersebut tidak ditangani bisa berdampak pada infertilitas dan akhirnya mengganggu kehamilan Anda. Demikian dipaparkan dr. Julianto Witjaksono, SpOG, KFER.

“Endometriosis mempengaruhi kehamilan karena bisa mempengaruhi rahim, dinding rahim serta indung telur, endometrium sendiri bisa mempengaruhi telur untuk menempel atau perekat telurnya berkurang,” papar dr. Julianto.

Meski seringnya, endometriosis bermukim di area ovarium dan sekitarnya, namun dalam beberapa kasus lain, dijumpai pula endometriosis yang berlokasi di paru-paru, otak, ginjal, hidung, mata dan rongga mulut. Meski hal tersebut memang jarang.

Waspadai nyeri dan haid berlebihan 
Ada yang beranggapan bahwa haid yang banyak merupakan indikasi seorang wanita itu subur. Namun Anda harus merevisi pandangan ini jika haid Anda justru berlebihan. “Wanita yang haidnya berlebihan, maka risiko endotrometriosisnya juga tinggi karena peluang terjadinya penumpahan darah haid ke rongga perut juga makin besar,” kata dr. Juliato. Haid berlebihan menurut dr. Julianto, misalnya haid yang memaksa seseorang mengganti pembalut hingga lebih dari 6 kali dalam sehari.

Demikian halnya dengan timbulnya rasa nyeri berlebihan ketika haid. Hal tersebut juga bisa menjadi penanda adanya endometriosis. Maka, jika Anda mengalami dua situasi ini, ada baiknya segera meakukan pemeriksaan untuk mengenai penyebabnya.

Periksa suhu sendiri 
Mungkin, Anda juga tak perlu buru-buru ke dokter untuk memeriksakan kindisi endometrium. Dr. Julianto menyarankan untuk mencoba melakukan pemeriksaan suhu badan sendiri di rumah.

Caranya, cobalah ambil thermometer dan periksalah suhu badan Anda di pagi hari saat Anda baru bangun dari tidur ketika mentruasi. Jika suhunya kurang dari 36.8 – 37.5°C, mungkin Anda boleh merasa tenang, karena tidak ada tanda-tanda mengkhawatirkan endometriosis. Namun jika suhunya mencapai 36.8 – 37.5°C mungkin Anda perlu segera mengunjungi dokter. “Keadaan itu tak serta merta menandakan endometriosis, tapi indikasi curiga endometriosis, maka segeralah memeriksakan diri,” terang dr. Julianto. 

Semakin cepat Anda memutuskan untuk mengatasi kelainan tersebut, akan semakin mudah bagi Anda mendapat pertolongan rekonstruksi jaringan dengan hasil maksimal dan memuaskan. Sebaliknya, semakin lama endometrosis dibiarkan akan semakin luas area penyebarannya dan semakin tinggi derajat endometriosis. Itu berarti akan semakin buruk harapan kehamilan Anda. 

Ketika kedelai tak lagi ramah 
Kedelai memang memberi banyak khasiat bagi kesehatan kita, terutama bagi wanita. Kandungan fitoestrogen disebut-sebut sebagai primadona nutrisi yang dikandung oleh kedelai. Namun primadona ini bisa serta merta menjadi nenek sihir bagi kesehatan Anda, jika ternyata Anda adalah penderita endometriosis.

Menurut dr. Juliato, wanita dengan endometriosis sebaiknya menghindari konsumi kedelai atau bahan-bahan yang mengandung fitoestrogen lainnya. Karena kandungan fitoestrogen tersebut justru bisa memicu percepatan pertumbuhan endometrisis Anda.

Sumber: Parentsguide.co.id


Sabtu, 05 Oktober 2013

Tips segera hamil


Bunda sudah ingin segera hamil, tapi yang ditunggu-tunggu belum juga datang? Buat bunda yang kesulitan hamil, berikut 5 tip yang dapat membantu:

1. Rutin berhubungan seks
Ini mungkin tampak sepele, tetapi mengingat banyak pasangan memiliki jadwal yang sibuk, mudah untuk mengabaikan hal satu ini. Jika tidak menghitung waktu siklus haid, atau memiliki menstruasi yang tidak teratur, lakukan hubungan seks dengan rutin, kata spesialis kesuburan, seperti dikutip situs Parenting.com. 

2. Ketahui masa subur
Wanita dengan siklus 28 hari, bisa menghitung 14 hari dari hari pertama haid untuk tanggal ovulasi atau masa subur mereka. Jika siklus Anda tidak teratur (atau bahkan jika teratur), gunakan alat pengecek masa subur. Alat ini dapat membantu Anda menentukan waktu paling subur.

Kebanyakan alat ovulasi mengukur tingkat luteinizing hormone (LH) - salah satu hormon yang memberi sinyal ovarium untuk melepaskan telur yang ada dalam urin Anda. LH mulai melonjak sekitar 36 jam sebelum Anda berovulasi, tapi kebanyakan alat tidak mendeteksi sampai 24 jam sebelumnya. Seorang wanita dengan siklus 28 hari harus mulai tes urin nya pada hari ke sembilan atau sepuluh setelah awal periode sehingga dia tidak melewatkan masa suburnya.

Kelemahan: Banyak wanita menemukan metode ini susah, atau tidak akurat karena faktor-faktor seperti sedang dalam pengobatan. Obat jenis antihistamin, bahkan obat kesuburan, dapat mengeringkan lendir. 

3. Lakukan seks sebelum masa subur
Segera setelah mengetahui masa subur, lakukan seks 2 hari sebelum masa subur, saat masa subur, ditambah dua hari berikutnya. Angka kehamilan puncak dua hari sebelum ovulasi, kata Clarice Weinberg, Ph.D., kepala biostatistik di National Institute of Environmental Health Sciences.

4. Jangan stres
"Yang paling penting untuk diingat adalah untuk menjaga seks agar tetap menyenangkan," kata Felicia Stewart, MD, salah satu penulis buku 'Understanding Your Body: Every Woman's Guide to Gynecology and Health'. Ketika itu menjadi sebuah tugas, mudah untuk melihat seks sebagai hanya satu item pada to-do list Anda.

5. Berikan waktu
Bersabar ya, Bun. 50% dari semua pasangan hamil dalam waktu enam bulan, kata Dr Stewart, dan 85 persen melakukannya dalam waktu satu tahun.

Sumber: Parenting.co.id