Minggu, 03 November 2013

Gejala kehamilan


Gejala kehamilan tidak hanya morning sickness (mual-mual pagi hari saat hamil) saja.

Tantangan yang dialami ibu hamil juga tidak melulu ngidam dan tubuh yang sangat lelah. Ada banyak sekali tantangan yang akan dialami tubuh Anda saat hamil.

Untuk menghindari kepanikan karena kondisi unik tubuh Anda, berikut daftar efek samping kehamilan yang paling umum dan yang tidak terlalu umum yang bisa Anda alami beberapa bulan mendatang.

* Postur canggung
Berjalan dengan perut membucit bukan hanya berpengaruh pada cara berjalan Anda tapi juga menggeser pusat gravitasi Anda. Selain itu, persendian Anda melemah karena hormon kehamilan, progesteron, sehingga Anda akan merasa jari Anda seperti jempol semua. Anda tidak bisa mencegah hal ini terjadi tapi Anda bisa berhati-hati. Hindari tangga yang terlalu curam, permukaan yang licin, dan membawa beban berat!

* Kulit semakin gelap dan berbintik
Pigmentasi kulit (kloasma) merupakan efek samping kehamilan yang sangat umum jadi jika Anda menemukan kulit yang semakin gelap di sekitar hidung Anda, bibir atas, tulang pipi, atau dahi. Anda mungkin menemukan beberapa bagian yang berbintik-bintik, dan puting Anda juga menjadi semakin gelap saat hamil. Hal ini dipicu oleh perubahan hormon yang menimbulkan peningkatan produksi melamin. Mengenakan krim matahari akan membantu meminimalkan pigmentasi tapi sebagian besar bintik biasanya akan memudar beberapa bulan setelah melahirkan.

* Garis coklat pada perut
Anda mungkin gelisah melihat sebuah garis coklat melintang dari pubis menuju bagian perut Anda. Jangan khawatir, hal ini normal dan sangat wajar. Semua orang memiliki garis coklat yang melintang turun dari arah perut, yang disebut linea alba, tapi karena warnanya sama dengan kulit, Anda mungkin tidak menyadarinya. Dengan cara sama yang meningkatkan produksi melanin dan menyebabkan pigmentasi bintik, lapisan ini juga bisa semakin gelap warnanya saat masa kehamilan. Namun jangan khawatir, warna lapisan ini pada akhirnya akan memudar dan kembali normal.

* Napas semakin pendek
Tiga dari empat wanita hamil mengalami kesulitan dalam bernapas pada beberapa momen saat hamil – terutama wanita yang hamil bayi kembar atau yang mengalami banyak peningkatan berat badan. Untuk mengatasi meningkatnya kebutuhan oksigen dalam tubuh Anda, progesteron dilepas, yang menstimulasi pusat pernapasan di bagian otak Anda. Meskipun efeknya terasa seolah-olah tubuh Anda tidak mengatasi itu, justru yang sedang terjadi adalah sebaliknya.

* Pembuluh darah melebar
Tubuh Anda bisa membawa 50 persen darah lebih banyak saat hamil untuk mengirim nutrisi ke plasenta, sehingga meningkatkan tekanan pada sistem peredaran darah Anda. Akibat dari pembuluh yang melebar ini, Anda akan merasakan sakit dan nyeri serta kaki Anda juga akan terasa berat dan pegal. Beberapa wanita bahkan juga mengalami rasa itu pada vulva dan labia di dalam vagina. Tapi kabar baiknya adalah pembuluh akan kembali normal dalam beberapa bulan setelah bayi lahir.

Usahakan untuk tidak berdiri dan duduk dalam waktu yang lama, jangan silangkan kaki Anda ketika sedang duduk di sebuah kursi dan jika memungkinkan, kenakan celana ketat khusus untuk hamil. Disarankan juga untuk tidur menyamping menghadap kanan karena hal ini akan mengurangi tekanan pada inferior vena cava (arteri utama yang memompakan darah ke jantung). Jika pembuluh darah mengeras dan berwarna merah, hubungi dokter Anda karena hal ini bisa saja sebuah tanda dari pembekuan darah (thrombophlebitis).

* Berliur
Jangan kaget jika Anda terbangun dengan bantal yang penuh liur di pagi hari, karena hormon kehamilan yang mengganggu itu juga bisa menyebabkan produksi liur berlebih. Tidak diketahui secara pasti mengapa hal ini terjadi, meski bukti yang ada menyiratkan bahwa fenomena ini bisa jadi berhubungan dengan rasa mulas dan juga morning sickness, dan kita akan lebih sedikit menelan makanan ketika merasa mual.

* Nyeri pangkal paha
Ini adalah pertanda baik bahwa tubuh Anda melakukan segalanya untuk mempersiapkan kelahiran bayi Anda. Namun hal tersebut akan sedikit menyakitkan. Rasa nyeri ini dikenal juga sebagai nyeri ligamen bundar. Sebagai tambahan dari efek nyeri pada bagian ini, beberapa wanita juga mengalami sakit ligamen perut dan otot karena uterus mulai berebut ruang dengan organ-organ yang penting. Berbagai nyeri pada bagian perut cukup membuat Anda jengkel, tapi jangan khawatir karena ini sangatlah normal. Jika rasa sakit ini semakin parah atau berlanjut, hubungi dokter Anda.

* Kulit terasa gatal
Kulit yang terasa gatal adalah kejadian yang sering terjadi saat masa kehamilan - biasanya di sekitar perut dan payudara karena kulit Anda merenggang. Meningkatan estrogen juga bisa menyebabkan kaki dan telapak tangan menjadi gatal, dan jika Anda menderita eksim, hal ini seringkali memburuk saat kehamilan. 

Satu dari 100 wanita hamil juga mengalami polymorphic eruption of pregnancy (PEP). Ya, mungkin terdengar mengerikan, tapi jangan panik, ini adalah kondisi yang tidak berbahaya. Berbentuk seperti ruam kemerahan yang sangat gatal, gejala ini biasanya muncul di daerah perut, namun bisa menyebar ke payudara, paha hingga bokong. Mengenakan pakaian katun yang longgar dan mandi dengan air hangat bisa membantu, namun biasanya hilang dengan sendirinya. Pada kasus yang lebih ekstrem, dokter bisa memberikan resep krim steroid.

Sumber: Yahoo SHE

Jumat, 18 Oktober 2013

Agar lekas hamil


Kehamilan juga masalah pikiran, jika yang ditunggu tak kunjung tiba, jangan bosan berusaha. Agar tak bosan, kembangkan sikap positif, optimis dan ciptakan suasana berbeda! 

1. Belajar pasrah. 
Dalam kasus-kasus infertilitas, pasangan yang terlalu menggebu menginginkan kehamilan justru malah sering menemui kegagalan. Ketika diteliti, mereka ini  dilanda stres, tubuh istri menghasilkan hormon-hormon stres yang justru menghambat ovulasi. Komposisi hormon LH (luteinizing hormone) dan FSH (follicle stimulating hormon) menjadi tidak seimbang sehingga mengacaukan jadwal menstruasi. Akibatnya, sel telur pun luput terbuahi. Menghadapi kondisi seperti ini, sikap pasrah justru adalah sikap terbaik. Pasrah di sini bukan sikap putus asa lalu stop berusaha. “Dikasih syukur, tidak dikasih juga tidak apa-apa,” adalah kalimat negatif yang bermakna tidak mengijinkan diri untuk punya anak. Yang terbaik adalah tetap melakukan hubungan intim pada masa subur, menjalani hidup sehat dengan tidak merokok serta tidak minum minuman keras, mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat serta rajin olahraga.

2. Tenangkan diri. 
Meditasi atau zikir adalah bentuk latihan mengendalikan diri serta menghilangkan pikiran-pikiran negatif. Sikap tenang membantu Anda dan pasangan untuk bisa pasrah. Anda akan lebih bisa menerima keadaan meski kehamilan tidak kunjung terjadi.

3. Tidak menyalahkan. 
Daripada saling menyalahkan, cobalah mencari sisi positif dari masalah  ini. Cari solusi dengan berkonsultasi pada ahlinya, apa yang menyebabkan ketidaksuburan ini?

4. Bulan madu lagi. 
Sangat dianjurkan. Asalkan, benar-benar bulan madu. Hindari memikirkan pekerjaan atau masalah keluarga lainnya, bahkan jangan didorong keinginan kuat untuk hamil. Singkat kata, jalani saja sambil bernostalgia saat-saat indah menjadi pengantin baru.

5. Coba posisi baru. 
Bila selama ini Anda berdua merasa nyaman dengan posisi hubungan intim yang itu-itu melulu, cobalah posisi baru. Atau cari lokasi lain untuk bercinta, di kamar mandi misalnya.

6. Pelarian yang benar. 
Hindari pelarian yang salah: istri tak kunjung hamil, suami sibuk clubbing sambil minum minuman yang malah merendahkan mutu sperma. Sementara istri  melarikan diri dengan sibuk belanja, larut dalam pekerjaan yang melelahkan dan sibuk wisata kuliner dengan makan sembarangan. Cari pelarian yang positif seperti: lebih menyayangi pasangan, banyak melakukan outing berdua pergi ke tempat-tempat pacaran dulu, belajar merajut atau menyulam, buat topi atau kaus kaki bayi.

7. Adopsi. 
Tanpa anak bukan berarti cinta pasangan berkurang. Anak adalah pelengkap, tapi tidak semua orang bisa mendapatkannya. Bila Anda sudah berusaha tapi tetap tidak “diijinkan” hamil, tidak ada salahnya memberikan kasih sayang kepada anak adopsi.

Usaha Secara Medis

1. Kenali masa subur, dan berhubungan intim pada masa ini. 
Masa subur istri dengan siklus haid 28 hari, rata-rata terjadi di hari ke 11 -17 dihitung dari haid hari pertama.

2. Pelajari posisi. 
Meski perlu variasi dalam berhubungan intim, posisi misionaris paling juara untuk mempermudah terjadinya kehamilan. Pria di atas memudahkan terjadinya kehamilan pada wanita yang posisi rahimnya menghadap ke depan, karena setelah terjadi ejakulasi, sperma lebih mudah merendam mulut rahim. Posisi ini memungkinkan terjadinya kehamilan sekitar 65% pada wanita dengan rahim menghadap ke depan dan 35% wanita dengan rahim menghadap ke belakang (retro). Untuk wanita yang memiliki rahim menghadap ke belakang, dianjurkan segera bersujud (nungging) selah berhubungan intim.

3. Orgasme. 
Penting karena pada beberapa penelitan menunjukkan, saat orgasme, terutama pada masa subur, sel telur cepat matang dan cepat keluar.

4. Dua hari sekali sperma diproduksi. 
Berhubungan intim amat baik dilakukan setiap 2 hari sekali karena di hari kedua itu kualitas sperma sedang bagus-bagusnya. Jadi kalau dihitung sesuai masa subur, saat berhubungan intim baik dilakukan di hari ke-11, hari ke-13, hari ke 15, hari ke-17.

Sumber: Ayahbunda.co.id